Tanda Cinta Paling Dalam Adalah Saat Kamu Mendoakannya Diam-Diam
Namun, apakah cinta hanya bisa dibuktikan lewat perbuatan yang mampu tertangkap mata? Tidak adakah cara lain untuk menunjukkan cinta, tanpa harus menyentuh dan menaikkan suara? Dengan doa, misalnya?
Mendoakan orang yang kamu kasihi adalah bentuk usahamu untuk melibatkan Pecinta Teragung dalam hubungan yang sedang dijalani. Mendoakan pasanganmu bisa diibaratkan sebagai proses curhat seorang anak kepada orang tuanya. Dari situ, sang orang tua akan tahu bagaimana watak dan kebiasaan pasangan lewat cerita yang dituturkan.
Lewat doa-doa yang kamu panjatkan, dengan nama pasanganmu terselip di dalamnya, Tuhan akan tahu apa yang kamu harapkan dari hubungan yang sedang kamu rajut benangnya. Ia pun akan bisa menentukan, apakah ikatan ini memang layak dilanjutkan dan akan membawa kebaikan.
Secara tidak sadar, kita sering memperlakukan hubungan seperti sebuah pertandingan. Apa yang kita terima dari pasangan akan jadi patokan bagaimana kita bersikap balik kepadanya. Ibarat konflik, ada pola “tit for tat” yang tecetak dalam hubungan yang kini sedang dijalani bersama.
Bukankah cinta sepatutnya hanya fokus pada kerja memberi saja? Apa yang kita terima, jika hendak dimaknai, bukan lagi jadi kewajiban pasangan atau orang yang kita cintai. Tuhan dan semesta lah yang akan menentukan bagaimana balasan yang layak kita terima nanti. Kita hanya perlu terus bekerja keras dan mencurahkan segala yang kita miliki, sebaik mungkin.
Inilah kenapa mendoakan dalam diam bisa disebut sebagai bentuk cinta paling dalam. Saat kamu mendoakan seseorang, kamu akan mengesampingkan bagaimana perlakuannya selama ini padamu. Berapa banyak lubang kekecewaan yang telah ia bentuk di hatimu. Tanpa harus ia tahu, kamu akan melupakan kepahitan yang telah ia ciptakan. Sambil terus memohonkan agar yang datang ke hidupnya hanyalah kebaikan.
Sesempurna apapun pasanganmu, ia tetap punya kemampuan untuk menyakiti hatimu. Akan ada masanya kamu kecewa, merasa kehadirannya tidak dianggap, dan disia-siakan oleh pasangan. Cinta yang tidak tulus akan membuatmu mengutuki keadaan, menyalahkan pasangan, bahkan menyudutkannya.
Hanya perasaan tulus yang mampu membuatmu melupakan segala kepahitan yang telah ia ciptakan di hidupmu, sembari dengan ikhlas terus mendoakannya dan memohon pada Tuhan agar hanya kebaikan yang datang ke hidupnya.


Komentar
Posting Komentar